Pada 30 Maret 2019 kemarin, telah dilaksanakan acara Digital Workshop Project (DWP) di M.P 1.5. Pada rangkaian acara DWP kali ini berbeda dengan DWP sebelumnya, karena DWP kali ini diawali dengan seminar dengan mendatangkan 2 pemateri lalu dilanjutkan dengan DWP course. Digital Workshop Project (DWP) adalah suatu acara tentang dunia desain, diharapkan setelah mengikuti DWP ini mahasiswa kimia juga mahir dalam desain, karena ilmu desain sangat dibutuhkan di era digital ini.

 

Pada acara DWP kali ini mendatangkan 2 pemateri, yang pertama adalah Alvin Tristanto, seorang mahasiswa Vokasi UB 2017. Kesibukan beliau sekarang adalah sedang kuliah dan memproduksi sebuah film yang berjudul “Diam”. Film ini menceritakan tentang seorang suami yang hanya diam setelah ditinggal istrinya. Di tahun 2014, beliau pernah magang di Metro TV lalu melanjutkan kuliah di Vokasi UB sambil memproduksi film. Menurut beliau, DWP ini adalah acara seminar yang memperkenalkan tentang desain dan videografi. “Desain dan videografi memiliki keterkaitan”, ujar seorang produser film ini. Menurut beliau, DWP ini sangat bermanfaat karena kita bisa lebih mendalami tentang videografi. Beliau juga memberikan tips tips membuat video untuk seorang pemula, yaitu yang terpenting adalah mulai aja dulu. Ditulis dahulu, lalu kembangkan, lalu mendapatkan sebuah cerita. Video tidak harus menggunakan kamera, bisa lewat kamera hp dahulu jika tidak ada kamera. Dalam era digital ini, cara mengedit video pun dapat melihat tutorial edit video di Youtube terlebih dahulu. Intinya, tergantung kemauan, kalau sudah ditekankan niatnya pasti bisa. Acara DWP kali ini sangat berkesan untuk beliau, karena antusiasme dari audience, dan juga pertanyaan yang berbobot serta peserta DWP ini tidak awam terhadap videografi, sehingga untuk diajak diskusi enak dan nyaman.

Lalu pemateri kedua adalah Achmad Hasbiansyah atau biasa disebut Obi, beliau adalah alumni dari Vokasi UB. Saat ditanya tentang kesibukan, beliau menjawab bahwa ia tidak memiliki kesibukan, karena semua kesibukannya adalah sebuah profesi yang dibaya, beliau tidak pernah merasa sibuk dan have fun dan enjoy menjalani profesinya saat ini. Beliau mulai mendalami desain sejak kuliah semester awal, dahulu beliau lebih focus pada ilustrasi, namun sekarang sudah focus ke desain dan ilustrasi. Beliau juga mengaku bahwa ia baru mengerti makna dari desain ini saat semester akhir perkuliahan. Untuk profesinya saat ini, spesialisasi beliau pada desain layout layout untuk presentasi. Menurut Achmad Hasbiansyah, acar DWP ini sangat berkesan karena antusiasme dari audience dan pertanyaan pertanyaan yang berbobot dan audiencenya yang benar benar  ingin tahu. Beliau juga tak lupa memiliki tips desain bagi pemula yaitu jangan takut mencoba, desain itu gampang, hanya permainan estetika saja. Saat pembuatan presentasi juga, beliau memberikan tips jangan terlalu banyak tulisan, karena bisa membuat mata audience pegel, saat presentasi pun lebih difokuskan pada bercerita dan sharing, serta lebih interaktif dengan audience, tidak lupa juga menambahkan video video menarik agar audience tidak bosan. Beliau juga berpesan jangan menganggap diri anda sibuk, karena nantinya akan menjadi beban dan malah tidak menyelesaikan apa apa. Jadikan kesibukan sebagai pembelajaran, sehingga ada hal hal yang dapat dipetik dari pembelajaran tersebut.

Tak lupa, kita juga mewawancarai salah satu peserta DWP 2019 yaitu Hikma dari Kimia angkatan 2017. Alasan Hikma mengikuti DWP 2019 karena ingin mengetahui seperti apa cara mengedit sebuah video ataupun cara mendesain sebuah poster. Menurut Hikma, acara DWP 2019 sangat menarik, kedua pemateri sangat komunikatif dan mudah dicerna apa yang telah disampaikan. Hikma juga memberikan saran agar acara DWP selanjutnya bisa lebih mengajak warga kimia, tidak hanya staff PDD/Dekdok dari suatu kepanitiaan. Terima kasih Hikma sudah datang di acara DWP 2019.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.